Pengertian dan Etiologi Gejala Hipertermia

Posted by Makalah Dan Tugas Akhir Kuliah Kebidanan on Jumat, 13 Januari 2012

HIPETERMIA PADA BAYI
HIPETERMIA PADA BAYI

    A.    Pengertian HIPETERMIA                  

            Hipertermia adalah keadaan dimana seorang individu mengalami atau beresiko mengalami peningkatan suhu tubuh terus menerus diatas 37,8°C per oral atau 38,8°C per rectal karena peningkatan kerentanan terhadap faktor-faktor eksternal (blogAsuhanKeperawatan.com).
            Hipertermia adalah suhu tubuh yang tinggi dan bukan disebabkan oleh mekanisme pengaturan panas hipotalamus (Asuhan keperawatan.com.I Ziddu.com)

    B.    Etiologi HIPETERMIA

Disebabkan oleh meningkatnya produksi panas andogen (olahraga berat, Hipertermia maligna, Sindrom neuroleptik maligna, Hipertiroiddisme), Pengurangan kehilangan panas, atau terpajan lama pada lingkungan bersuhu tinggi (sengatan panas)

    C.    Gejala HIPETERMIA

1)      Suhu badan tinggi (>37,5°C)
2)      Terasa kehausan.
3)      Mulut kering
4)      Kedinginan,lemas
5)      Anoreksia (tidak selera makan)
6)      Nadi cepat.
7)      Pernafasan cepat (>60X/menit)
8)      Berat badan bayi menurun
9)      Turgor kulit kurang

    D.    Penanganan Hipertermia Bayi baru lahir

Ø  Bila suhu diduga karena paparan panas berlebihan:
ü  Bayi dipindah ke ruangan yang sejuk dengan suhu kamar sekitar 26°-28°C
ü  Tubuh bayi diseka dengan kain basah sampai suhu tubuh bayi normal (jangan menggunakan air es).
ü  Berikan cairan dekstrose : NaCl = 1:4 secara intravena sampai dehidrasi teratasi
ü   Antibiotik diberikan bila ada infeksi.
Ø  Bila bayi pernah diletakan di bawah pemancar panas atau incubator
ü Turunkan suhu alat penghangat, bila bayi di dalam incubator, buka incubator sampai suhu dalam batas normal
ü Lepas sebagian atau seluruh pakaian bayi selama 10 menit kemudian
ü Beri pakaian lagi sesuai dengan alat penghangat yang digunakan
ü Periksa suhu bayi setiap jam sampai tercapai suhu dalam batar normal
ü Periksa suhu incubator atau pemancar panas setiap jam dan sesuaikan pengatur suhu
Ø  Manajemen lanjutan suhu lebih 37,5°C
ü Yakin bayi mendapatkan masukan cukup cairan
a.       Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya. Bila bayi tidak dapat menyusui, beri ASI panas dengan salah satu alternative cara pemberian minum
b.      Bila terdapat tanda dehidrasi, tangani dehidrasinya
ü Setelah suhu bayi normal:
a.       Lakukan perawatan lanjutan
b.      Pantau bayi selama 12 jam berikutnya, periksa suhu badannya setiap 3 jam
ü  Bila suhu tetap dalam batas normal dan bayi dapat diberi minum dengan serta tidak ada masalah lain yang memerlukan perawat di rumah sakit, bayi dapat dipulangkan, nasehati ibu cara menghangatkan bayi di rumah dan melindungi dari pancaran panas yang berlebihan
Ø  Memastikan Ade bayi mendapat cairan yang kuat
ü Izinkan bayi mulai menyusu, jika bayi tidak dapat menyusu, berikan perasan ASI dengan menggunakan metode pemberian makanan alternative
ü Jika terdapat tanda-tanda dehidrasi (mata atau fontanel cekung, kehilangan elastisitas kulit, atau lidah atau membran mukosa kering)
a.       Pasang slang IV dan berikan cairan IV dengan volume rumatan sesuai dengan usia bayi
b.   Tingkatkan volume cairan sebanyak 10% berat badan bayi pada hari pertama dehidrasi terlihat 
Ø  Ukur glukosa darah, jika glukosa darah kurang dari 45 mg/dl (2,6 mmol/l), atasi glukosa  darah yang rendah

    E.     Faktor-faktor yang Berhubungan

1.      Tindakan
Berhubungan dengan penurunan kemampuan untuk berkeringat: pengobatan khusus.
2.      Situasional
a)      Berhubungan dengan pemajanan pada panas atau matahari
b)      Berhubungan dengan pakaian yang tidak sesuai dengan iklim
c)      Berhubungan dengan sirkulasi
3.      Dehidrasi
4.      Maturisional

Blog, Updated at: 23.26

0 comments:

Posting Komentar

Translate

Popular Posts

Blog Archive

Pengikut