HORMON ESTROGEN JENIS DAN FUNGSI NYA

Posted by Makalah Dan Tugas Akhir Kuliah Kebidanan on Jumat, 13 Januari 2012


A. ESTROGEN

Estrogen merupakan suatu famili hormon yang disintesis dalam berbagai jaringan. Pada wanita normal, tidak hamil, estrogen disekresi terutama oleh ovarium, walaupun dalam jumlah kecil juga disekresi oleh korteks adrenal. Pada kehamilan,dalam jumlah besar juga disekresi oleh plasenta,tentu saja sampai 100 kali jumlah yang disekresi oleh ovarium selama siklus bulanan normal.

B. Jenis – jenis Estrogen

Ada 3 jenis estrogen,antara lain:
  1. Estron (E1)
  2. Estradiol (E2)
  3. Estriol (E3)

1.Estron (E1)

Pada beberapa spesies, estron yang disistesis dalam sejumlah jaringan terdapat dengan jumlah yang lebih berlimpah.

2. Estradiol (E2)

Estradiol merupakan jenis tang terpenting (karena memiliki kekuatan estrogenic 12X kekuatan estron dan 80 X estriol. Sehingga efek estrogenil estradiol biasanya bebrapa kali kekuatan kedua hormon lainnya
  • (estron dan estriol).
Estradiol merupakan senyawa steroid, disintesis dari kolesterol atau asetil CoA di dalam ovarium

3. Estriol (E3)

Pada kehamilan diproduksi estriol dalam jumlah yang ra;atif yang lebih banyak dana hormone ini berasal dari plasenta

Perbandingan dari ketiga hormon tersebut adalah E1:E2:E3 = 10:5:1.Hati mengubah estradiol dan estron menjadi estriol. Estradiol,estron, dan estriol merupakan substrat bagi enzim hepatic yang menambahkan moletas glukuronida atau sulfat. Aktifitas enzim yang melaksanakan reaksi konjugasi ini berfariasi antara spesies. Hewan pengerat mempunyai sifat enzim yang melakukan metabolisme aktif sehingga estrogen hamper seluruhnya dimetabolisasi oleh hati, dan dengan demikian pada hakikatnya tidak mempunyai aktivitas kalau preparat hormone ini diberikan per oral. Sistem enzim ini kurang begitu aktif pada spesies primate sehingga preparat oral estrogen lebih efektif. Hormone steroid  yang terkonjugasi bersifat dapat larut dalam air dan tidak terikat dengan protein pengangkut; karena itu, hormone estrogen ini mudah dieksresikan ke dalam getah empedu, feses dan urin.

  • Fungsi dari Estrogen :

adalah menyebabkan proliferasi dan pertumbuhan sel jaringan organ seks dan jaringan lain yang berhubungan dengan reproduksi.
Ø   Efek pada organ seks
Waktu masa kanak-kanak, estrogen disekresi hanya dalam jumlah sedikit, tetapi setelah pubertas jumlah estrogen yang disekresi di bawah pengaruh     hormone gonadotropin hipofisis meningkat sampai 20 kali atau lebih. Pada saat ini organ seks wanita berubah dari bentuk kanak-kanak menjadi bentuk dewasa. Tuba fallopi, uterus, dan  vagina , semua ukurannya bertambah. Genitalia eksterna juga membesar, dengan pengendapan lemak pada mons pubis dan labia mayora serta disertai pembesaran labia minora.
Selain itu, estrogen mengubah epitel vagina dari kuboid menjadi berlapis yang jauh lebih resisten terhadap trauma dan infeksi dari pada epitel prabubertas.
Tetapi yang lebih penting adalah perubahan yang terjadi di dalam endometrium di bawah pengaruh estrogen, karena estrogen menyebabkan proliferasi endometrium yang nyata dan perkembangan kelenjar endometrium yang kemudian digunakan untuk membantu nutrisi ovum yang berimplantasi. Efek ini di bicarakan kemudian dalam bab ini, dalam hubungan dengan siklus endometrium.  
Ø  Efek pada payudara
Estrogen dapat menyebabkan pendapatan lemak dalam kelenjar mammae, perkembangan jaringan stroma kelenjar mammae, dan pertumbuhan system saluran yang luas. Lobulus dan alveoli kelenjar mammae berkembang sedikit, tetapi progresteron dan prolaktin menentukan pertumbuhan dan fungsi struktur-struktur ini. Ringkasannya, estrogen mengawali pertumbuhan kelenjar mammae dan alat pembentukan susu kelenjar mammae, dan estrogen juga bertanggung jawab akan penampilan luar kelenjar mammae wanita dewasa, tetapi mereka tidak menyelesaikan tugas mengubah kelenjar mammae menjadi organ penghasil susu.
Ø   Efek pada rangka
Estrogen menyebabkan peningkatan aktivitas osteoblastik. Sehingga pada pubertas, bila wanita memasuki masa reproduksi, kecepatan tingginya menjadi cepat selam beberapa tahun. Tetapi, estrogen mempunyai efek kuat lain pada pertumbuhan rangka: estrogen menyebabkan penyatuan epifisis yang dini dengan batang tulang panjang. Efek ini jauh lebih kuat pada wanita dari pada efek testosteron serupa pada pria. Sebagai akibatnya, pertumbuhan wanita biasanya berhenti beberapa tahun lebih dini dari pada pertumbuhan pria. Wanita ‘eunuch’ yang pembbentukan estrogennya tidak ada sma sekali bilasanya tumbuh beberapa inci lebih tinggi dari pada wanita dewasa normal karena epifisisnya tidak bersatu pada waktu dini. 
Ø   Efek atas pengendapan lemak
Estrogen menyebabkan peningkatan pengendapan lemak pada jaringan subskutis. Sebagai akibatnya, berat jenis tubuh wanita keseluruhan, seperti dinilai oleh pengambangan dalam air, jauh lebih kurang dari pada tubuh pria yang menggandung lebih banyak protein dan lebih sedikit lemak. Selain untuk pengendapan lamak pada kelenjar mammae dan jaringan subkutis, estrogen khususnya menyebabkan pengendapan lemak nyata pada pantat dan paha, menyebabkan pelebaran panggul yang merupaka sifat feminine.
Ø   Efek pada kulit
Estrogen menyebabkan kulit menjadi lebih vaskuler dari pada normal; efek ini sering mengakibatkan perdarahan yang lebih banyak pada permukaan yang terpotong dari pada yang ditemukan pada pria.
o   Fungsi Intrasel
Setlah estrogen di sekresi oleh ovarium, estrogen bersirkulasi dalam darah hanya selama beberapa menit sebelum mereka di kirim ke sel sasaran. Waktu masuk dalam sel ini, estrogen berikatan dalam 10 sampai 15 detik dengan protein “reseptor” dalam sitoplama dan kemudian, dalam ikatan dengan protein ini, bermigrasi ke inti. Ia akan segera memulai proses transkripsi DNA-RNA dalam area kromosom dan spesifik, dan RNA mulai di ha silkan dalam in itu, beberapa menit. Selain itu, setelah beberapa jam, DNA dihasilkan juga, akhirnya  mengakibatkan pembelahan sel. RNA berdifusi ke sitoplasma, tempat ia menyebabkan peningkatan pembentukan protein yang besar dan selanjutnya mengubah fungsi sel.
Salah satu perbedaan utama antara estrogen dan testosteron adalah bahwa efek estrogen hamper seluruhnya pada organ sasaran tertentu, seperti uterus, kelenjar mammae, rangka, dan daerah lemak tubuh tertentu; sedangkan testosteron mempunyai efek yang lebih umum di seluruh tubuh.

Blog, Updated at: 22.20

0 comments:

Posting Komentar

Translate

Popular Posts

Blog Archive

Pengikut