Contoh banner 1

Pengertian Dan Pengobatan Anemia

Posted by Makalah Dan Tugas Akhir Kuliah Kebidanan on Selasa, 19 Mei 2015


Pengertian Anemia


Anemia adalah penyakit kurang darah yang dapat melemahkan tubuh yang disebabkan kekurangan sel darah merah. Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar Haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 gr % (Wiknjosastro, 2002). Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11gr % pada trimester I dan III atau kadar < 10,5 gr% pada trimester II ( Saifuddin, 2002).
Bagian Tubuh Yang berhubungan dengan anemia
Bagian Tubuh Yang berhubungan dengan anemia

Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi. Penyebab anemia pada umumnya sebagai berikut :
1. kurang gizi ( malnutrisi )
2. kurang zat besi dalam diit
3. Malabsorpsi
4. kehilangan darah banyak seperti persalinan yang lalu, haid dan lain-lain.
5. Penyakit-penyakit kronik seperti TBC paru, cacing usus, malaria, dan lain-lain.

Faktor Resiko Anemia pada Ibu Hamil


1. Umur < 20 tahun atau > 35 tahun
2. Pendidikan rendah
3. Perdarahan akut
4. Pekerja berat
5. Konsumsi tablet penambah darah < 90 butir
6. Makan < 3 kali dan makanan yang dikonsumsi kurang zat besi





Gejala Anemia pada Ibu Hamil


Gejala anemia pada kehamilan yaitu ibu mengeluh cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang, malise, nafsu makan menurun (anoreksia), konsentrasi hilang, sesak nafas dan kadar Hb rendah < 11 gr %.





Klasifikasi Anemia pada Ibu Hamil


Klasifikasi anemia dalam kehamilan menurut Mochtar (1998), adalah sebagai berikut :
1. Anemia Defisiensi Besi
Adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah. Pengobatannya yaitu keperluan zat besi untuk wanita hamil dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah pemberian tablet besi. Hasil anamnesa didapat keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah pada hamil muda. Pada pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat sachli, dilakukan minimal 2 kali selama kehamilan yaitu trimester I dan III. Hasil pemeriksaan Hb dengan sachli dapat digolongkan sebagai berikut :
a. Hb 11 gr% : tidak anemia
b. Hb 9-10 gr% : anemia ringan
c. Hb 7-8 gr% : Anemia sedang
d. Hb < 7 gr% : anemia berat.
Kebutuhan zat besi pada wanita hamil yaitu rata-rata mendekati 800 mg. Kebutuhan ini terdiri dari sekitas 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan massa haemoglobin maternal. Kurang lebih 200 mg lebih akan dieksresikan lewat usus , urin dan kulit.



2. Anemia Megaloblastik
Adalah anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan asam folik, jarang sekali karena kekurangan vitamin B12.
3. Anemia Hipoplastik
Adalah anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang, membentuk sel darah merah baru. Untuk diagnostik diperlukan pemeriksaan-pemariksaan diantaranya adalah darah tepi lengkap, pemeriksaan pungsi eksternal dan pemeriksaan retikulosi.
4. Anemia Hemolitik
Adalah anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya. Gejala utama adalah anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah, kelelahan, kelemahan, serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital.

Dampak Anemia pada Ibu Hamil, Bersalin dan Nifas :


1. Trimester I akan dapat mengakibatkan : Abortus, Missed Abortus dan kelainan kongenital
2. Trimester II dan III dapat menyebabkan : Persalinan prematur, perdarahan antepartum, gangguan pertumbuhan janin dalam rahim, asfiksia intrauterin sampai kematian, BBLR, mudah terkena infeksi, IQ rendah dan bahkan bisa mengakibatkan kematian.
3. Saat inpartu, anemia dapat menimbulkan gangguan his, janin akan lahir dengan anemia, inertia, atonia, partus lama, perdarahan atonis, dan persalinan dengan tindakan yang disebabkan karena ibu cepat lelah.
4. Saat post partum anemia dapat menyebabkan : tonia uteri, retensio plasenta, pelukaan sukar sembuh, mudah terjadi febris puerpuralis daya tahan terhadap infeksi dan stress kurang, produksi ASI rendah, dan gangguan involusio uteri.


1. Makanlah makanan yang kaya akan sumber zat besi secara teratur.
makanan yang bergizi
makanan yang bergizi

2. Makanlah makanan yang kaya sumber vitamin C untuk memperlancar penyerapan zat besi.
Sumber vitamin C pencegah Anemia
3. Jagalah lingkungan sekitar agar tetap bersih untuk mencegah penyakit infeksi dan penyakit cacingan.
4. Hindari minum teh, kopi, susu coklat setelah makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi.
5. Minumlah pil penambah darah secara teratur.

Sumber :
Bobak. 2005. Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC
http://bumikupijak.com/index.php
http://ridwanamiruddin.wordpress.com



Blog, Updated at: 12.47

0 comments:

Posting Komentar

Translate

Popular Posts

Blog Archive

Pengikut