Asam Amino

Posted by Makalah Dan Tugas Akhir Kuliah Kebidanan on Jumat, 13 Januari 2012


   A.Pengertian
STRUKTUR ASAM AMINO
DNA ASAM AMINO
Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya –NH2). Gugus karboksil ini memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Asam amino pembentuk protein akan saling berikatan dengan ikatan peptida, sehingga dalam satu molekul dipeptida mengandung satu ikatan peptida.

    

B. Struktur Asam Amino

Rumus umum asam amino :
                        H2N – CH – COO_R

Secara umum, pada asam amino sebuah atom C mengikat empat gugus yaitu : gugus karboksil, gugus amina, satu buah atom hydrogen dan satu gugus sisa (rantai samping, gugus –R). Rantai samping pada asam amino (gugus –R) yang berbeda-beda pada asam amino menentukan struktur, ukuran, muatan elektrik dan sifat kelarutan dalam air.
1.       ALANIN
2.       ISOLEUSIN
3.       LEUSIN
4.       METIONIN
5.       FENILALANIN
6.       PROLIN
7.       TRIPTOFAN
8.       TIROSIN
9.       VALIN
1.       ARGININ
2.       ASPARGIN
3.       ASAM ASPARTAT
4.       SISTEIN
5.       ASAM GLUTAMAT
6.       GLUTAMIN
7.       GLISIN
8.       HISTIDIN
9.       LISIN
10.   SERIN
11.   TREONIN

1. Pada umumnya, asam amino larut dalam air dan tidak larut dalam pelarut organik non polar seperti eter, aseton dan kloroform. Sifat asam amino ini berbeda dengan asam karboksilat maupun dengan sifat amina. Asam karboksilat alifatik maupun aromatik yang terdiri dari beberapa atom karbon, umumnya kurang larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. Demikian pula amina, pada umumnya tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik.
2. Asam amino mempunyai titik lebur yang lebih tinggi dibandingkan dengan asam karboksilat atau amina (lebih besar dari 200ºC).
3. Bersifat sebagai elektrolit. Dalam larutan kondisi netral (pH isoelektrik), asam amino dapat membentuk ion yang bermuatan positif dan juga bermuatan negative (zwitterion) atau ion amfoter. Keadaan ion ini sangat tergantung pada pH larutan. Bila ditambahkan dengan basa, maka asam amino akan terdapat dalam bentuk :
H2N – CH – COO-
R
Dan bila ditambahkan asam ke dalam larutan asam amino, maka asam amino yang terbentuk : +H3N – CH – COOH
R
Terdapat 2 jenisasam amino berdasarkan kemampuan tubuh dalam sintesisnya, yaitu asam amino esensial dan asam amino non esensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat disintesis didalam tubuh, tetapi diperoleh dari luar misalnya melalui makanan( lisin, leusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilalanin, histidin, dan arginin). Asam amino non esensial adalah asam amino yang dapat disintesis didalam tubuh melalui perombakan senyawa lain.
Klasifikasi asam amino dapat dilakukan berdasarkan rantai samping (gugus –R) dan sifat kelarutannya didalam air. Berdasarkan kelarutan didalam air dibagi atas asam amino hidrofobik dan hidrofilik (klasifikasi dapat dilihat pada bagian struktur asam amino). Berdasarkan rantai sampingnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
- Dengan rantai samping alifatik (asam amino non polar) : Glisin, Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin.
- Dengan rantai samping yang mengandung gugus hidroksil (OH), (asam amino polar) : Serin, Treonin, Tirosin.
- Dengan rantai samping yang mengandung atom sulfur (asam amino polar) : Sistein dan metionin.
- Dengan rantai samping yang mengandung gugus asam atau amidanya(gugus R bermuatan negative) : Asam aspartat, Aspargin, Asam glutamate, Glutamin.
- Dengan rantai samping yang mengandung gugus basa (gugus R bermuatan positif): Arginin, lisin, Histidin
- Yang mengandung cincin aromatic : Histidin, Fenilalanin, Tirosin, Triptofan.
- Asam imino : Prolin.
1.       Penyusun protein, termasuk enzim.
2.       Kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme (terutama vitamin, hormon, dan asam nukleat).
3.       Pengikat ion logam penting yang diperlukan dalam reaksi enzimatik (kofaktor).
Asam amino dapat diperoleh melalui asupan makanan seperti pada kacang-kacangan(misalnya kedelai), ikan gabus dan produk susu.
1. FENILKETONURIA
            Adalah kelainan metabolism sejak lahir yang ditandai dengan ketidakmampuan mengubah fenilalanin menjadi tirosin, sehingga menyebabkan akumulasi fenilalanin dan hasil metaboliknya didalam tubuh. Menyebabkan retardasi mental, manifestasi neurologic, pigmentasi ringan, eczema dan bau kesturi. Kesemuanya dapat dicegah dengan restriksi awal diet fenilalanin.
2. MAPLE SYRUP URINE DISEASE
            Terjadinya akumulasi asam keto dari leusin, valin dan isoleusin, karena adanya cacat pada enzim α -keto dekarboksilase. Dapat menyebabkan gangguan susunan saraf pusat.
3. AMINOASIDURIA
            Penyakit yang timbul akibat gangguan pada transportasi asam amino tertentu ke dalam sel. Karena defek pada transportasi ini secara khas mengakibatkan eksresi satu atau lebih asam amino dalam jumlah yang meningkat.

    H. Protein Dengan Kehamilan

            Protein sangat diperlukan dalam kehamilan untuk perkembangan uterus, plasenta, payudara dan pertumbuhan janin.
            Hytten, Leitch; Widdowson mendapatkan bahwa hasil konsepsi dan uterus relatif kaya protein dibanding lemak ataupun karbohidrat, namun kandungan proteinnya lebih kecil dibanding dengan protein total darah ibu. Pada kehamilan cukup bulan, janin dan plasenta mempunyai berat ± 4000 gr. Memerlukan protein  500 gr merupakan separuh dari pertambahan total protein yang dibutuhkan selama kehamilan, dan 500 gr protein sisinya adalah untuk kebutuhan uterus, payudara darah ibu, yaitu berupa plasma protein dan haemoglobin.
            The Food and Nutrition Board mengajurkan  kebutuhan protein pada wanita tidak hamil sekitar 0,9 gr per kg berat badan perhari, dan pada kehamilan dianjurkan penambahan asupan 30 gr protein perhari.
            King mengemukakan bahwa asam-asam amino bebas digunakan untuk pembentukan energi, sehigga tidak cukup untuk sintesis protein ibu. Dengan penambahan asupan lemak dan karbohidrat, maka asam amino tersebut dapat menjaga keseimbangan nitrogen pada ibu.
            Amino dkk menemukan bahwa kadar beberapa protein plasma berubah pada kehamilan, fraksi albumin, a1,a2 globulin yang menurun serta fraksi ß globulin dan fibrinogen yang meningkat.
            Killingworth menemukan bahwa pada kehamilan IgG, IgA, dan IgM menurun, namun kadar  a1antitripsin,  a2  makroglobulin, seruloplasmin dan transferin meningkat, sedangkan komplemen C3 dan  haptoglobin tidak berubah. Perubahan-perubahan ini kembali normal setelah 1 minggu pasca
persalinan

            Kadar protein pada wanita yang hamil.
Protein Plasma   75,00 gr/l; Albumin/Globulin Rasio   0,80 gr/l;  Albumin    3,25 gr/l; ß globulin    13,00 gr/l.
Disalin dari : Callender R12

Blog, Updated at: 22.52

0 comments:

Posting Komentar

Translate

Popular Posts

Blog Archive

Pengikut